Cara Ternak Lovebird Untuk Pemula

Hai sahabat semua, pada artikel ini saya ingin berbagi tips Cara Ternak Lovebird Untuk Pemula untuk pemula yang mungkin sedikit banyaknya akan membantu sahabat semua yang sedang melakukan budidaya lovebird ini.

Ternak Lovebird memang sekarang ini tengah populer dikalangan kicau mania. Hal itu karena harga jual burung ini yang cenderung tinggi dan memiliki banyak peminat di Indonesia. Melihat hal tersebut, banyak dari sahabat semua yang pastinya ingin mencoba peruntungannya untuk melakukan budidaya burung lovebird ini.

Nah kebanyakan sahabat khususnya yang masih pemula bingung mengawalinya, maka dari itu saya membuat artikel ini yang mungkin bisa membantu sahabat semua ketika hendak melakukan budidaya burung lovebird.

Oke tidak usah berlama-lama lagi, langsung saja kita mulai pembahasan kali ini mengenai tips cara ternak burung lovebird untuk pemula.

Cara Ternak Lovebird Untuk Pemula


Budidaya Burung Lovebird

Tidak seperti burung lainnya, ternak burung lovebird ini tidak mudah. Ada saja berbagai permasalahan yang membuat ternak tersebut gagal. Nah sebelumnya sahabat harus tahu beberapa indikator awal yang harus diperhatikan ketika hendak mengawali melakukan budidaya burung ini.

Untuk itu silahkan sahabat baca terlebih dahulu artikel saya yang berjudul Cara Ternak Lovebird Bagi Pemula Terampuh. Pada artikel tersebut sahabat akan menjumpai hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan budidaya burung ini.

Sebenarnya pada artikel tersebut sudah saya bahas dengan jelas sekali mengenai budidaya burung lovebird, nah pada artikel ini saya hanya akan menjabarkan beberapa point yang saya anggap penting untuk sahabat semua ketahui.

# Perhatikan Kondisi Kandang/Sangkar

Tips Budidaya Burung Lovebird

Nah hal pertama yang harus sahabat ketahui adalah mengenai kandang atau sangkar dari lovebird itu sendiri. Untuk ukuran kandang yang baik pada umumnya para peternak menggunakan ukuran 40x40x40 cm atau 50x50x50 cm, sesuaikan dengan kebutuhan sahabat masing-masing.

Nah didalam kandang tersebut harus ada tenggeran, tempat makan dan minum, serta kandang dengan bentuk yang kurang lebih seperti pada gambar diatas. Untuk detail cara membuatnya sendiri mungkin akan saya posting pada artikel selanjutnya, jadi jangan lupa untuk terus pantau blog ini ya.

# Pemilihan Jantan dan Betina

Bagian inilah yang menjadi tahap yang cukup sulit, yaitu menentukan jantan dan betina. Memang salah satu yang membuat budidaya burung lovebird ini tidak mudah adalah karena burung jantan dan burung betina nyaris tidak ada perbedaan, artinya sangat sulit menentukannya.

Terkadang banyak para peternak pemula bingung menentukan mana pejantan dan mana betina. Sebenarnya ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk menentukan suatu lovebird berkelamin jantan atau betina. Namun tidak semuanya akurat.

Metode yang paling akurat dalam menentukan jenis kelamin lovebird adalah dengan tes darah. Jadi pertama sahabat ambil sehelai bulu dari lovebird, nah nantiny apada ujung bulu tersebut terdapat sedikit darah, selanjutnya nanti dibawa ke laboratorium untuk dites.

Cara ini banyak digunakan oleh para peternak luar negeri, di Indonesia sendiri metode ini jarang sekali digunakan, mungkin karena biaya yang digunakan kali ya? Keunggulan dari metode tersebut adalah sahabat bisa langsung tahu mana pejantan dan mana betina hanya dalam waktu beberapa hari saja, dan hasilnya 99% benar.

Terkadang kita sering tertipu melihat lovebird yang sedang kawin. Ternyata tidak semua lovebird yang kawin itu memiliki jenis kelamin yang berbeda, sering kali jantan dengan jantan, betina dengan betina. Artinya tidak bisa dijamin lovebird yang kawin adalah berbeda kelamin.

Untuk mengujinya sahabat bisa melihat setelah 2 minggu sejak lovebird tersebut kawin, apakah lovebird itu bertelur atau tidak, jika tidak bisa dipastikan semuanya jantan, tapi jika bertelur lebih dari 6, kemungkinan itu betina semua.

Sebelumnya saya pernah membahas cara menentukan kelamin jantan dan betina pada burung lovebird pada link yang sudah saya berikan diatas tadi, jadi jika ingin lebih detail silahkan kunjungi link diatas tadi.

# Penjodohan

Proses ini menurut saya cukup unik dan menarik untuk dibahas. Burung lovebird dikenal merupakan burung yang setia, artinya tidak mengenal yang namanya poligami atau poliandri, berbeda dengan jenis burung lainnya.

Melihat hal tersebut, maka dalam proses penjodohan harus diperhatikan dengan sangat baik sekali. Untuk mempermudah pemahaman sahabat, saya akan membuatnya menjadi point-point.
  • Letakkan Lovebird baik jantan dan betina pada kandang yang berbeda, namun jaraknya berdekatan.
  • Tunggu sekitar seminggu dan lihat jika lovebird berdekatan maka kemungkinan besar berjodoh. Letakkan lovebird tersebut pada satu kandang.
  • Selanjutnya jika dalam satu sangkar lovebird tidak mau kawin atau malah kejar-kejaran maka penjodohan gagal, silahkan ulangi tahap pertama dengan lovebird lainnya. Jika ternyata sudah kawin, maka penjodohan berhasil.
  • Hal unik berkaitan dengan penjodohan ini adalah ketika lovebird itu bercerai. Hal itu bisa terjadi karena kondisi kandang yang tidak nyaman, perebutan makanan, stres dan lainnya.
# Telur dan Pengeraman

Setelah lovebird kawin, maka selanjutnya lovebird tersebut akan bertelur. Nah biasanya ketika bertelur dialam liar lovebird akan mencari ranting-ranting kecil daun-daun kering untuk dijadikan sarang.

Baca artikel ini tips ternak lovebird agar cepat bertelur jika lovebird sahabat tidak bertelur setelah kawin.

Agar membuat kondisinya seperti dialam bebas, silahkan sebar daun-daun kering, ranting-ranting kering dan bahan kering lainnya disekitar sangkar. Ingat, jangan gunakan bahan-bahan basah karena jika dijadikan sarang nantinya akan menimbulkan masalah baru.

Selain itu, jangan gunakan bahan-bahan berbahaya seperti karet, plastik dan lainnya karena bahaya jika termakan nantinya. Pada saat pengeraman, induk akan sesekali keluar dari glodok untuk sekedar mandi, merentangkan sayap dan lainnya.

# Penetasan

Proses penetasan akan berlangsung setelah dierami selama 21-23 hari. Usahakan sahabat jangan ikut campur dalam proses penetasan ini karena nantinya malah akan menghambatnya. Mungkin jika lovebird itu pertama kali bertelur mungkin tidak semua akan menetas. Biasanya pada proses bertelur yang kedua lovebird tersebut akan benar-benar produktif.

Namun jika kemandulan terjadi terus menerus, sahabat perlu mencurigai. Cobalah dengan mengambil salah satu telur dan lihat perkembangan embrionya. Jika terjadi perkembangan, mungkin terjadi kesalahan dalam pengeraman.

Memang tidak mudah untuk membudidayakan burung lovebird ini. Butuh pengalaman yang banyak untuk menjadi seorang yang profesional dalam menternakkan lovebird ini. Semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat semua.

Cara Ternak Lovebird Untuk Pemula